DISCIPLESHIP EXPLOSION

AMANAT AGUNG

PERINTAH  –  PRINSIP – POLA TUHAN YESUS

Matius 28:16-20

Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

PERINTAH AMANAT AGUNG

Jadikanlah Semua Bangsa Murid Ku

Dalam Amanat Agung nampaknya seolah-olah kata “pergi” adalah kata yang paling ditekankan. Tapi sebenarnya dalam bahasa Yunani bukan kata itu yang ditekankan. Satu-satunya kata perintah (imperatif) dalam bahasa Yunani adalah matheteusate dalam bentuk aorist pertama imperative aktif untuk orang kedua jamak. Kata matheteusate berasal dari akar mathetes yang berarti “murid” ketiga kata yang lainnya dalam ayat ini, yaitu “pergi,… baptislah,…. ajarlah.” Semuanya itu adalah dalam bentuk partisip (yaitu kata kerja yang telah dijadikan kata sifat) ketiga kata itu menerima tekanannya dari imperatifnya kata “jadikanlah… murid” sehingga kalau diterjemahkan bunyi Amanat Agung adalah: “Karena itu sementara kamu pergi, jadikanlah semua bangsa murid-Ku, sambil membaptiskan mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, mengajar mereka untuk melakukan semua hal yang Kuperintahkan kepadamu; dan ketahuilah Aku menyertai kamu selalu sampai akhir zaman.”.

Tuhan Yesus tidak memerintahkan untuk pergi dan jadikan mereka bertobat. Tetapi Yesus memerintahkan untuk pergi dan menjadikan mereka murid Yesus.

Amanat Agung adalah perintah terakhir Tuhan Yesus yang harus menjadi PRIORITAS UTAMA untuk dilakukan oleh gereja-Nya.